Ayo download komik di HP/Ponsel. Bagi pelanggan Telkomsel baik kartu AS, Halo maupun Simpati bisa mendowload aplikasinya dengan cara mengirim sms dengan mengetik mkomik kirim ke 9800. Pastikan GPRS anda aktif, bila belum bisa mengirim sms ketik GPRS kirim ke 6616. Bila ada kendala bisa mengunjungi website http://m-komik.co.id ini dengan mengklik gambar di bawah ini.
SENNO SAYA NEW COMER IN NET NET AN TAPI SOAL KOMIK SAYA AGAK BNYK TAHU KARENA ALM PAPI PERNAH BUKA TAMAN BACAAN ANGGREK DI TELUK BETUNG BANDAR LAMPUNG SAY Continue
bersama Akademi Samali, Splash dan KomikIndonesia.com,
serta
InTouch bekerja sama meluncurkan era terbaru dalam sejarah
komik nasional:
M-KOMIK. Kini anda dapat menikmati komik melalui
ponsel kapanpun dan
dimanapun anda berada. Nikmatilah sensasi
terbaru dalam membaca komik,
sesuatu yang tidak anda dapatkan ketika
membaca buku komik.
Penasaran? Saksikanlah peluncuran M-Komik pada
hari
Jum'at, 1Februari 2008 pukul 14.00 WIB-selesai
di MAL TAMAN ANGGREK - JAKARTA BARAT, yang akan dibuka langsung
oleh
Dirut Telkomsel Bpk. Kiskenda. Acara akan dilanjutkan dengan demo
M-Komik,
lomba mewarnai, workshop komik, jumpa fans dengan komikus,
setiap hari hingga Minggu, 3 Februari 2008 pukul 19.00 WIB.
KUMPULAN KOMIK PENDEK; MEMORABILIA GEMPA JOGJA 5,9 SR
oleh Surjorimba Suroto Dipublikasi di harian Koran Tempo Minggu: Ruang Baca, 28 Januari 2007
“Komik tidaklah efektif memberantas korupsi. Namun komik dapat me-rekonstruksi paradigma pembaca dalam melawan korupsi di lingkungannya.”
Secara garis besar itulah pendapat Radhar Panca Dahana tentang efektivitas komik sebagai media melawan korupsi saat berbicara di forum diskusi Komik-komik Melawan Korupsi (22/12/06) yang diselenggarakan Akademi Samali dan Toko Buku Aksara dibilangan Kemang. Penulis serial komik Mat Jagung berkisah tentang visi, suka duka, dan rencana jangka panjang Mat Jagung, tokoh rekaannya yang senantiasa melawan berbagai bentuk korupsi di masyarakat. Serial ini hadir tiap hari minggu di Koran Tempo sejak 30 April 2006 dengan satu halaman teaser seminggu sebelumnya. “Mohammad Sidup (nama asli Mat Jagung) adalah seorang jaksa penyidik mengikuti semangat ayahnya, seorang jaksa yang mati terbunuh saat menjalankan tugas. Ia berangkat dari idealisme yang ditanamkan orang tuanya, bahwa setiap insan hendaknya senantiasa berjuang untuk kebenaran,” papar Radhar, “Mat Jagung sering melamun dan introspeksi. Menyadari (korupsi) yang dilawannya hanyalah puncak dari sebuah gunung es, kadangkala nurani kemanusiaannya muncul. Akankah kebenaran mampu menang, atau sia-siakah perjuangannya selama ini?”
Diedit dari tulisan Yan Widjaja dan Aris http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ Versi edit ini dipublikasikan di Forum Budaya Tionghoa tgl 25 Desember 2006 http://iccsg.wordpress.com/2006/12/25/pendekar-pendekar-komik-tionghua/
Medio 1960 – Medio 1980 SALAH satu bentuk kesenian moderen adalah komik alias cergam (cerita bergambar). Sayang sekali sekarang komik Indonesia mengalami ‘mati suri’, belum lahir lagi komikus-komikus seperti pada 25 tahun silam. Lihat di toko buku-toko buku, rak-rak dipenuhi manga (komik Jepang), terjemahan komik Mandarin (Hong Kong-Singapura) serta alihbasa komik superhero Amerika. Aku sendiri adalah penikmat komik sejak usia tiga tahun. Sempat mengenyam masa keemasan komik Indonesia pada era medio tahun 1960-an sampai dengan medio 1980-an.