Search
Main Menu
Home
News
Blog
Komik Gallery
Kalender Acara
Download
Links
Contact Us
Search
Buku Tamu
Database

Advertisement
KENAPA NGOMIK? PDF Print E-mail
User Rating: / 2
PoorBest 
Tuesday, 11 September 2007

oleh Oyasujiwo
Dipublikasikan di harian Media Indonesia, 29 Agustus 2007

Komik, berasal dari kata comic yang berarti lucu. Istilah Comic awalnya digunakan untuk menyebut pertunjukan komedi atau komedi panggung yang umumnya dilakukan secara monolog di Amerika. Paralel dengan itu, di Inggris muncul istilah cartoon yang berasal dari kata cartone, yang berarti karton/ kertas keras. Saat itu karton digunakan untuk membuat sketsa lukisan istana yang banyak berisi sindiran terselubung terhadap pejabat istana.  Kemudian muncul istilah cartoon strip untuk menyebut kartun yang dibuat dalam beberapa panel/ bingkai gambar. Di Amerika, karena cartoon strip isinya mirip dengan isi monolog komedi, maka disebut comic strip. Comic Strip ini dimuat di media massa secara berkala. Dalam jangka waktu tertentu, comic strip ini dibundel menjadi satu buku menjadi buku komik. Buku komik itulah yang kita kenal saat ini.

Komik, saat ini, lebih dikenal sebagai medium dengan istilah sequential art hingga graphic novel. Jadi, komik tidak selalu bersifat lucu, tapi juga bisa merambah berbagai tema dari tragedi hingga misteri. Perkembangan komik Indonesia, jelas terpengaruh dari asal kata komik itu sendiri, yaitu Amerika. Memang wayang atau relief candi sempat dikatakan sebagai akar dari komik lokal. Tapi pada kenyataannya, walau wayang dan relief candi memiliki prinsip ’sequential art’, komik Indonesia yang muncul tidak mengacu ke sana. Jadi bila ditanya komik indonesia itu yang seperti apa, sebetulnya jawabannya tidak ada komik indonesia yang sebenar-benarnya

Dalam perkembangannya, Komik tidak lagi berarti sebatas lucu, tapi juga kejutan. Sebab, dibalik kata lucu tersimpan kejutan. Tanpa kejutan, sesuatu tidak bisa jadi lucu.

Kelucuan terjadi karena ada lompatan dalam pikiran kita yang umumnya berjalan linier. Sesuatu yang awalnya tampak melompat dan tidak berhubungan ternyata ditemui hubungannya. Saat orang mengerti hubungannya, disitulah ia menemui kejutan dan kelucuan.

Tapi membangun kejutan dan kelucuan itu ternyata bukan perkara mudah. Sebab struktur dan syarat yang kompleks dibutuhkan untuk membuat sesuatu menjadi lucu atau mengejutkan. Di antaranya harus ada proximity, contrast, dan punchline. Jadi sebetulnya, orang yang bisa melucu itu sebenarnya orang yang cerdas. Karena itu orang perlu juga ngomik supaya bisa jadi ’cerdas’. Ketika orang ngomik, maka otak kiri dan kanannya mutlak harus digunakan secara bersamaan.

Sebab ngomik tidak hanya berarti membuat sebuah sebuah buku cerita komik dengan tokoh pahlawan super atau semata-mata kegiatan menggambar di atas meja. Namun ngomik melibatkan hati, seluruh indera hingga tubuh. Jadi selain IQ, EQ & SQ, PQ (physical quotient, kecerdasan tubuh, kalau ada istilah resminya) juga terlibat.

Jadi ketika kita bangun tidur dua jam sebelum waktunya, keluar rumah berbicara dengan burung dan dedaunan, mandi satu baskom dengan anak-anak, membuat sarapan sendiri dengan bentuk kebun binatang, naik sepeda hias mengantar anak ke sekolah lalu ke kantor, menyalami semua orang di jalan sambil menempelkan stiker di baju mereka, lalu pulang bawa oleh-oleh untuk anak-istri yang dibuat dari sedotan di jam istirahat hingga membuat sandiwara kecil sebagai cerita pengantar tidur anak, itu semua adalah kegiatan ngomik, sangat komikal, dengan seluruh jiwa. Aktivitas yang mungkin tadinya cuma terpikir bisa kejadian di dunia komik, ternyata bisa bikin hidup kita jauh lebih indah dan bahagia. Maka ngomiklah, engkau akan bahagia.


Add as favourites (126) | Views: 2049

Be first to comment this article
RSS comments

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Homepage
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.5

 
< Prev   Next >
Informasi OS & IP
OS:  Unbekannt
IE:  Anderer Browser
ISP:  amazonaws.com
IP:  50.19.4.137
      Home arrow News arrow ARTIKEL arrow KENAPA NGOMIK?