Search
Main Menu
Home
News
Blog
Komik Gallery
Kalender Acara
Download
Links
Contact Us
Search
Buku Tamu
Database

Advertisement
GINA BARU DAN KUTANG MADONNA PDF Print E-mail
User Rating: / 2
PoorBest 
Wednesday, 17 January 2007

oleh Rieza Fitramuliawan

Inilah karya yang bukan cetak ulang tapi sangat menyegarkan, sekaligus sangat penting buat langkah awal para "comic artist" senior yang sedang bersiap terjun lagi di dunia komik Indonesia. Seperti lazimnya para artis komik dulu, mereka membuat semua aspek yang dibutuhkan dalam membuat cergam secara sendirian, mulai dari membuat skrip cerita, pencilling, inking, lettering, dsb. Makanya kemudian dikenal dengan istilah komikus, seperti halnya musikus, kritikus, dll.

Saya ikut arus membahasakan komik yang dibuat oleh para komikus senior itu sebagai "cergam", memang pada hakikatnya komik2 jaman dulu itu lebih layak disebut "cergam" dibandingkan "komik", hal yang pernah kita diskusikan dengan sebagian kawan2 disini ketika bertemu dengan Seno Gumira Ajidarma di suatu kesempatan. Sebagian besar cergam lama itu sangat miskin dengan apa yang lazim dikenal oleh para comic artist sebagai visual sequence atau visual story telling, tapi lebih kepada gambar sebagai ilustrasi teks. Gambarnya minim aksi, oleh karena itu musti diperjelas (sejelas-jelasnya) oleh teks yang akhirnya akan menjadi narasi panjang.

Termasuk Gerdi WK.
Tapi lihat komik Gerdi yang baru ini !

Dari dulu, sangat susah menemukan kesamaan karakteristik GINA dengan tokoh jagoan berkelamin wanita yang setidaknya pernah kita kenal, baik dari dunia barat maupun timur, termasuk Indonesia. Asal usul yang spesifik, lokasi dan tempat tinggal yang jelas, membuat GINA mempunyai dasar cerita yang kuat. Apakah anda tahu siapa ayah ibunya Sancaka? Ayah ibunya Awang?, Ayah ibunya Bramania? dll....? . GINA mempunyai sejarah dan asal-usul yang sangat jelas, walau asal usul darimana dia mendapatkan kesaktiannya masih sangat tipikal cerita lama (baca: Gina vs Siluman Ular, 1972). Apakah anda pernah membaca Awang, Sancaka dan lain lain pernah menengok orangtuanya? Ketemu dengan teman2 masa kecil? Kakak dan Adik?...Mereka bagai terputus begitu saja dengan masa lalu.

Saatnya untuk Gerdi WK merombak lagi universe cerita GINA, membuatkan elseworld untuk GINA dan merevisi apa yang lemah di awal cerita "terjadinya" GINA menjadi lebih kuat dan masuk akal. Kekuatan meramu cerita adalah hal yang paling penting saat ini. Salah satu ciri khas para komikus senior yang saya perhatikan adalah, semakin banyak komik yang dibuat, maka keahlian menggambarnya akan semakin tajam, goresan dan teknik menjadi lebih matang, bahkan sampai menjadi trademark sendiri...., tapi sayang kematangan itu tidak diimbangi dengan bertambahnya kematangan dalam membuat cerita. Hans Jaladara, Manjur Daman, sampai Jan Mintaraga, belum kalau kita menyebut komikus rombongan Pros, Adhie, Arie dll, yang setelah semakin jago dalam menggambar, malah kemudian terjebak dan jatuh dalam sisi menggarap cerita, potong kompas dengan menyadur atau menjiplak mentah-mentah cerita-cerita silat terjemahan.

Termasuk Gerdi...?, Ternyata tidak.

Di komik baru Gina ini, tidak ada pameran teknik gambar yang advance, ..malah lebih sederhana. Semakin matang seseorang dalam melukis, semakin sederhana biasanya goresan dia. Kalau sebelumnya perlu 10 gores untuk menggambar muka orang marah, maka setelah matang hanya perlu 4 atau 5 gores saja.

Pernah lihat karya Hans Jaladara disebuah majalah anak-anak khusus gereja? Disitu beliau membuat sebuah cerita bergambar secara rutin, diwarnai oleh salah satu putrinya (yang sedang belajar membuat komik). Gambar hanyalah berupa garis dan lingkaran dengan titik-titik, tidak njlimet, mengingat cerita adalah untuk anak-anak. Tapi disitulah kehebatannya, bagaimana anda bisa mengikuti sebuah cerita dengan gambar dan dapat menebak ekspresi wajah seseorang dengan hanya menebak sebuah lingkaran dengan dua titik untuk mata dan dua garis untuk hidung dan mulut, tapi berekspresi sedang marah atau tertawa?....Dengan goresan sesederhana mungkin tapi kelihatan wujud ekspresi ... hebat bukan?! (lihat gambar Chris Ware)

GINA juga adalah salah satu tokoh dalam komik Indonesia yang paling fashionable. Jauh sebelum Madonna Louis Ciccone mengenakan kutang desain J.P Gaultier di setiap konsernya, GINA sudah 20 tahunan mengenakannya lebih dulu. Entah darimana ide GINA memakai seragam kutang diluar ini, tapi itulah yang menjadikannya sangat eksotis dan up to date. Gerdi mempunyai bakat juga dalam rancang busana untuk wanita avant garde!. Kalau begini sudah jelas kalau Madonna mengikuti gaya GINA - terutama soal kutang Girlie fashion itu. Hanya saja GINA tidak bisa menyanyi. Eh malah Madonna sekarang membuat buku anak-anak...jadi apa hubungan Madonna dengan Gerdi ya...?

GINA baru ini sebagai jembatan antara GINA lama dan GINA baru. GINA lama yang selalu sendirian dan memendam cinta sudah diragukan masih mampu menjaring pembaca, oleh karena itu maka cerita harus dimuktahirkan. GINA episode ini masih belum terlalu dalam ceritanya, tentu saja karena ini episode pertama. Para pembaca setia GINA akan mampu menghubungkan cerita GINA baru ini dengan GINA lama di episode vs Pasukan Iblis Neraka, membuat kita bernostalgia, sekaligus juga bukti keahlian Gerdi meramu cerita dengan akar lama.

Saya yakin Gerdi sudah mempunyai grand design universe baru untuk GINA ini, beliau sudah siap dengan episode kedua, artinya cerita akan (mudah-mudahan) berkelanjutan menjadi sebuah serial. Dengan memakai formula baru, saya yakin GINA akan sangat berpotensial populer. Tentu kita sangat mafhum, cerita gadis remaja yang sedang beranjak dewasa paling banyak menyimpan cerita untuk digarap dan dikembangkan, baik pergaulan, beranjak dewasa, mengenal cinta, perlawanan terhadap ortu, hura-hura dan lain lain tidak ada habis-habisnya.....Perlu contoh?...Baca saja Chiklit dan lihat sinetron TV !
Add as favourites (149) | Views: 2318

Be first to comment this article
RSS comments

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Homepage
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.5

Last Updated ( Wednesday, 17 January 2007 )
 
< Prev   Next >
Informasi OS & IP
OS:  Unbekannt
IE:  Anderer Browser
ISP:  amazonaws.com
IP:  23.22.2.150
      Home arrow News arrow ARTIKEL arrow GINA BARU DAN KUTANG MADONNA