Rating 0 / 5. Total vote: 0

Belum ada vote, silahkan anda yang pertama!

Diupload oleh Alex Wienarto
Diperbaharui tanggal

Dia Bangkit dari Kubur (part two)

Serial Jaka Sembung episode XVI (b) :

“DIA BANGKIT DARI KUBUR” (Black Squirrel Risen from the Grave) – Part Two.

Karya : Djair Warni
Penerbit : UP Rosita, Jakarta.
Tebal : 496 halaman (8 jilid )
Tahun terbit : 1974

*Daftar singkatan para pemeran :
ES : Elang Sutawinata
BI : Bajing Ireng
LLF : Louw Liong Fu
WML : Wong Mei Ling
LBB : Liem Boen Bie
WS : Wan Salud
JS : Jaka Sembung
LLS : Louw Liong San
DPT: Duo Pendekar Tarling
DPS : Duo Perayu Sukma

Saya sengaja membuat bagian ini terpisah dari bagian sebelumnya, krn disini kisah berfokus kpd petualangan Roijah setlh dinasehati sang mertua (ES) utk menanggalkan atributnya sbg BI dan menyamar sbg wanita desa penjual getuk. Namun apakah dia bisa tetap konsisten dlm penyamarannya, ketika melihat berbagai macam ketidak adilan thdp warga pribumi serta penindasan thdp kaum wanita sesamanya?…….

Kisah dimulai ketika si “Jai Hwa Cat” LLF lbh tertarik kpd si tukang getuk drpd barang dagangannya. LLF coba memperkosa Roijah, hingga getuk jualannya berantakan. Tentu Roijah tak mau mengeluarkan ilmu silatnya, krn kuatir “kedoknya” terbuka. Untunglah ia ditolong oleh WML, si gadis Tionghoa jago kungfu, yg sdh sejak lama tak suka kpd LLF. WML pun dibantu oleh LBB, tunangannya, yg baru dtg dari Karawang utk membicarakan rencana pernikahan mereka…..

Sementara para jago kungfu itu bertempur, Roijah justru tertarik kpd seorang anak pengemis yg memunguti getuk jualan Roijah yg sdh kotor dan membawanya pulang ke gubuknya. Ternyata bocah itu adalah salah satu anak Kasnom, yg rumah tangganya runyam krn sang ayah gila judi dan terjerat riba dari Wan Salud (WS), saudagar Arab pemungut riba yg diam² ‘naksir’ anak gadis Kasnom yg cantik. Sementara itu spt kita ketahui, Kasnom yg apes, gagal memperoleh ‘komisi’ dr ‘jasa informan’ nya, krn akhirnya “Trio Punakawan”lah yg berhasil menangkap BI, tanpa menggunakan ‘jasa’nya. Merasa putus asa, ia nekad mencoba ‘bundir’. Untunglah Roijah segera menolong dan memberinya uang utk melunasi hutangnya kpd WS. Tapi dasar WS tujuannya menginginkan putri Kasnom, dia malah menuduh uang yg dipakai utk melunasi hutang tsb adalah hasil curian. WS menyuruh begundal²nya utk menganiaya Kasnom, shg Roijah tak dpt menahan diri utk turun tangan menolongnya. WS mulai curiga bhw si ‘tukang getuk’ adalah BI. Tapi tiba² muncul wanita dgn atribut lengkap, pakaian dan topeng serba hitam milik BI, menyerang WS. BI ‘tetiron’ tsb nyaris tertangkap, tapi segera diajak kabur oleh Roijah dari situ….

Ternyata BI palsu itu adalah seorang wanita yg terganggu jiwanya, akibat tlh diperkosa oleh WS. Bhkn malangnya, ia juga pernah jadi korban perkosaan LLF. Itulah sebabnya, ketika menemukan pakaian milik BI yg dibuang oleh Roijah, ia terinspirasi utk jadi BI tiruan guna bertekad membalas dendam kpd para pemerkosanya…..

Selanjutnya, mengetahui bhw Kasnom tlh ditawan oleh WS, Roijah buru² mendatangi rumah saudagar Arab itu utk membebaskannya, sekaligus membuat perhitungan atas perbuatan ‘Jai Hwa Cat’ versi Arab itu thdp gadis² desa yg tlh dirusak masa depannya. Namun utk itu ia hrs berhadapan dgn ‘bodyguard’ WS yg merupakan seorang jawara asal Banten, bernama Kunang. Yg aneh, ia tak berusaha membunuh Roijah. Ia akhirnya mengakui bhw dirinya adalah putra Rasek, jawara Banten yg pernah diperintahkan oleh Van Eisen utk membunuh JS namun gagal (baca eps : Leonard van Eisen). Kini ia datang utk menebus dosa sang ayah dgn mengabdi kpd JS. Utk itu ia pura² jadi bodyguard WS, sekedar mencari informasi ttg keberadaan JS. Roijah menyuruhnya ke desa Kandanghaur bila ingin berjuang bersama JS. Kunang pun segera pergi tanpa mempedulikan sang juragan yg tengah dikeroyok massa, yg sdh muak diperas oleh saudagar Arab itu. Begitu juga dgn Kasnom, yg selama ini dikenal sbg “si pecundang”. Setelah dibebaskan dari tahanan oleh Roijah, dgn gagah berani ia memimpin pemberontakan itu shg ia sendiri tewas bersama dgn WS, orang yg tlh membuat keluarganya menderita…….

Sementara itu LLS yg baru tahu sifat bejat dan mesum adiknya selama ini, yg dianggap tlh mencoreng nama baik marga Louw, mengusir LLF dr rumah. Hal ini membuat LLF menaruh dendam thdp si tukang getuk dan segera pergi mencarinya. Namun bukan berjumpa dgn si ‘tukang getuk’, ia malah diserang oleh BI (tiruan) yg menaruh dendam kpdnya. Tentu saja BI palsu itu bukan lawan sepadan bagi LLF. Ia lgsg terkapar tak berdaya. Untung muncul DPT, yg tengah ditugaskan oleh guru mereka utk mencari BI, dan segera menolong. Tapi DPTpun ‘kagak ungkulan’ melawan LLF. Justru si ‘tukang getuk’ lah yg berhasil membuat sang ‘jai hwa cat’ lari pontang-panting sambil tak habis pikir, bgmn gadis dusun bertampang lugu itu mendadak jadi sakti luar biasa???…… Selanjutnya Roijah menyuruh DPT memberi tahu kpd sang guru bhw BI “telah bangkit dari kubur”. Setlh DPT pergi, Roijah meminta BI palsu utk melepas atribut BI yg dipakainya, demi keselamatan dirinya……

DPT melapor kpd guru mereka DPS, sesuai arahan Roijah. Utk memperoleh penjelasan ttg peristiwa yg penuh keajaiban dan misteri ini, DPS mengajak murid²nya menemui eyang guru mereka, Ki Kudapawana, yg bersemayam di puncak Gn. Ciremai. Di perjalanan mereka dijemput oleh ES utk ber-sama² ‘menemui’ Ki Kudapawana, yg tak lain drpd tokoh yg kita semua kenal sbg Semar dlm jagat pewayangan. Disana sdh berkumpul pula Trio Punakawan yg terdiri dari Cepot, Gareng & Dawala. Anehnya, baru saja mereka menyembah memberi hormat, tokoh² ‘surealis’ tsb lgsg ‘gaib’ (menghilang). ES segera menjelaskan bhw ia tlh menggunakan jiwa & semangat tokoh² legenda yg hidup ribuan tahun yg lalu tsb guna memengaruhi DPS & DPT dlm usaha mereka menyelamatkan BI. Jadi secara fisik, mereka berempatlah yg tlh menyelamatkan BI, namun ada enerji ‘meta fisika’ dr para punakawan yg tanpa mereka sadari senantiasa menyertai mereka…….

Kembali kpd LLF yg tengah malu berat krn keok di tangan seorang tukang getuk, melihat LBB yg tengah otw pulang ke Karawang setlh selesai jumpa WML tunangannya. Utk melampiaskan kekesalannya akibat kesialannya hr itu, iapun menyerang LBB secara tiba². Apalagi iapun diam² naksir WML dan kalah bersaing dgn LBB. Serangan tiba² itu membuat LBB pingsan. Untung seblm LLF menghajar lawannya lbh parah lagi, muncul si tukang getuk yg kali ini tak segan² memakai jurus “Wahyu Taqwa” yg diajarkan oleh suaminya JS. Akibatnya LLF terkapar tak sadarkan diri (Djair tak mematikan tokoh yg menyebalkan ini karena akan beliau munculkan lagi dlm eps. yg berjudul “ASIONG”. Tunggu tgl mainnya!!)……

Roijah membawa LBB utk mencari pertolongan. Kebetulan ia bertemu dgn rombongan ayah LBB yg tengah dlm perjalanan dari Karawang menuju rumah calon besannya. Sempat terjadi salah paham dari adik LBB yg mengira bhw Roijah lah yg tlh melukai kakaknya. Untunglah ayah LBB lbh bijaksana. Ia segera mengobati putranya hingga sadar dari pingsannya, dan LBB pun menjelaskan bhw bukan Roijah yg melukai dirinya. Bhkn wanita itulah penolongnya. Ayah LBB lgsg minta maaf dan memberikan “pin khusus” milik marga Liem sbg tanda bhw Roijah tlh menjadi bagian keluarga mereka…….

Selesai urusan dgn marga Liem, Roijah melanjutkan perjalanan ke Kandanghaur utk menjumpai suami serta putri yg sdh amat dirindukannya. Terjadi pertemuan yg amat mengharukan. Ternyata Kunang pun sdh menepati janji utk mengabdikan diri kpd JS……..*****

sampai jumpa di episode selanjutnya “KABUT CIREMAI”.

Spread the love

Karya

Serial

Penerbit

Genre

Kondisi

04 - Cukup

Kemasan

Hardcover

Cetakan

C1 - Cetakan Pertama

ISBN

Tidak Ada

Ijin Terbit Tahun

1975

Jilid

5, 6, 7, and 8