Rating 5 / 5. Total vote: 1

Belum ada vote, silahkan anda yang pertama!

Diupload oleh Alex Wienarto
Diperbaharui tanggal

Kali Djodo

“KALI DJODO”

Karya: Ganes TH

Penerbit: Budi Agung

Tebal : 36 halaman

Tahun terbit: 1966

Catatan : Pernah digambar ulang dan dimuat bersambung di majalah Violeta.

Konon sebelum peristiwa ini terjadi, pada masa kolonial, namanya masih Kalibaru. Panorama yang indah membuatnya menjadi tempat favorit bagi para pemuda nongkrong sambil melihat2 mandi dan mencuci di sungai. Begitu pula Hardi dan rekannya Dullah yg berbadan kekar sehingga lebih mirip sbg bodyguardnya. Hati Hardi kepincut pd Marniah yang cantik dan baru selesai mencuci. Merekapun berkenalan dan berjanji bertemu lagi.

Sesampai di rumah, Marniah melihat sang ayah tengah ditagih hutang oleh Mat Kasir utusan sang rentenir lintah darat Tuan Jambar, dikawal 2 orang centengnya. Melihat putri Pak Rasid yang jelita itu, Mat Kasir yang kenal benar watak Bossnya yang mata keranjangnya segera melapor kpd sang majikan. Tuan Jambarpun menyuruh Mat Kasir untuk melamar Marniah utk dijadikan istri mudanya. Alih2 menerima lamarannya, Rasid malah menolak mentah2 dan mengusir Mat Kasir. Waktu si duo centeng mau bertindak, datanglah Hardi yang ditemani Dullah bertandang ke rumah Marniah. Dullah menghajar kedua centeng hingga mereka babak belur dan lari ter-birit2….

Sang Bos marah besar. Maka Mat Kasir mencari cara licik untuk bisa memenuhi keinginan Tn. Jambar. Ketika Hardi dan Dullah sedang keluar kota menunaikan tugas sbg ‘verkoper’ (semacam salesman), Mat Kasir memanggil ayah Marniah agar mau datang ke rumah Tn. Jambar dan menandatangani surat pernyataan dengan cap jempolnya bahwa ia mengizinkan Tn. Jambar menikahi Marniah. Pak Rasid yang putus asa terjatuh ke sungai. Sementara Marniah diculik oleh kedua centeng dan disekap di rumah sang lintah darat. Untung ada pembantu istri tua Tn. Jambar yang merasa iba kepadanya….

Pembantu tsb bersedia membantu Marniah mencari Hardi dan Dullah yang kebetulan sudah pulang dari luar kota dan melaporkan nasib gadis itu yang disekap di rumah Jambar. Keduanyapun segera menyatroni rumah Tn. Jambar untuk membebaskan Marniah dibawah cuaca hujan lebat dimana arus Kalibaru tengah deras2nya. Dua sejoli yang terdesak ke tepi sungai akibat dikejar Tn. Jambar dan centengnya, nekad terjun ke sungai. Tapi Dullahpun tak tinggal diam. Dengan penuh amarah dia menceritakan masa lalunya yang ternyata merupakan anak haram hasil perbuatan durjana Tn. Jambar yang memperkosa ibunya. Dan karena enggan bertengkar, Tn. Jambar menyuruh para centengnya untuk membuang ibu dan anaknya itu ke sungai. Untunglah Dullah ditolong oleh seorang guru silat dengan siapa kemudian ia belajar ilmu silat.. . . .

Tn. Jambar mohon ampun kepada Dullah yang ternyata putranya sendiri. Namun Dullah yang murka karena teringat mendiang ibunya, juga sahabatnya yang jadi korban sang lintah darat, jadi gelap mata dan membabat habis Tn. Jambar, Mat Kasir berikut kedua centengnya, hingga keempatnya berhamburan jatuh ke sungaisungai dan hanyut terbawa arus yg deras.. ..

Namun Ganes membuat ‘happy ending’ dengan membuat Hardi yang ternyata juara renang bersama Marniah sang kekasih berhasil menyelamatkan dari derasnya arus Kalibaru yang sejak saat itu konon dirubah namanya oleh orang2 menjadi KALI DJODO..

Spread the love

Karya

Serial

Penerbit

Genre

Kondisi

04 - Cukup

Kemasan

Jilid Staples Klasik

Cetakan

C1 - Cetakan Pertama

ISBN

Tidak Ada

Ijin Terbit Tahun

1966

Jilid

1 Jilid Tamat

Info Lainnya

Tanggal Beli

14 July 2000

Harga Beli

Rp. 75.000

Tamat

Ya
Jumlah Buku
1

Isi Lengkap

Ya

Halaman

1

s/d

36

Jenis Kertas

Book Paper

Catatan

Gallery