CERGAM2 SEDERHANA YG PENUH NILAI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI & PATRIIOTISME :
Bila membaca kembali cergam2 dengan format kecil (kadang2 cuma setengah buku tulis), tipis (tidak lebih dari 32 halaman seingat saya) dan sederhana buah karya T. KIANAN (Tan Kian An) ini, saya selalu teringat ayah dan ibu saya, karena mereka sering membelikan saya buku2 cergam ini waktu saya kecil dulu (sekitar tahun 1960 – 1970an). Mungkin karena tema2 yang diangkat sangat sederhana dan mudah dicerna oleh anak-anak. Ilustrasinya juga menarik, digarap dengan serius dan detail pada tiap panelnya. Meskipun sederhana, namun tema2 dalam cergam karya T. Kianan ini penuh dengan nilai pelajaran, pesan moral serta pendidikan budi pekerti tanpa kesan menggurui. Diperkirakan T. Kianan berkarya 1955 – 1970. Penerbit yang banyak menerbitkan karya2 beliau adalah UP Mandira (Semarang) dan TB Swan (Jakarta).
Beberapa dari karya2 T. Kianan antara lain : Pak Jenggot & Pak Kumis yang inti ceritanya diambil dari cerita fabel : Tikus Desa & Tikus Kota. Di halaman awal komiknya, pengarang selalu mencantumkan nilai pelajaran yang bisa dipetik dari kisah cergam yang bersangkutan. Begitu pula dalam kisah Tono dan Tini yang Perkasa. Dikisahkan Tono & Tini yang sudah yatim piatu diangkat anak oleh Kapten Amir yang merupakan komandan pejuang kemerdekaan Indonesia. Meski masih kecil, kedua kakak beradik itu dengan berani menembus markas2 musuh untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Mereka tidak disukai oleh pihak musuh karena dianggap anak2 kecil yg tidak tahu apa2. Masih ada lagi Pak Rajin & Pak Malas yg inti ceritanya diambil dari kisah fabel Semut dan Cengkerik. Semut dengan rajin gotong royong selama musim semi untuk mengumpulkan makanan guna bekal persediaan makanan di musim gugur dimana tumbuh2an tak bisa tumbuh. Sedangkan si Cengkerik ber-malas2an sehingga ketika musim gugur tiba, ia mengalami kelaparan….
Betul-betul cergam2 sederhana yang bagi saya layak untuk dikoleksi untuk hadiah bagi anak-anak Anda. Hanya saja saya ragu apakah ada penerbit yang mau menerbitkan ulang cergam2 yang tidak sekomersil cergam2 silat ini? Padahal ini bagus sebagai variasi diantara membanjirnya cergam2 silat yg penuh adegan bersimbah darah dan pornografi, yg untuk membaca sajapun waktu itu saya harus sembunyi2 agar tak dimarahi oleh ortu. Sayang sekali saya mencoba mencari data2 profil dan mini biografi dari sang cergamis, namun tidak berhasil ditemukan. Mungkin karena T. Kianan tidak termasuk cergamis favorit seperti halnya cergamis2 pengarang cerita2 silat seperti : Ganes TH, Djair, Teguh Santosa, Jan Mintaraga dsb… Sayang sekali…