Rating 4 / 5. Total vote: 1

Belum ada vote, silahkan anda yang pertama!

Diupload oleh Alex Wienarto
Diperbaharui tanggal

Reo kontra Serigala Hantu

REO kontra SERIGALA HANTU

Seingat saya Pak Ganes TH hanya membuat 5 buku komik dgn format full color, yakni : Si Buta kontra Si Buta, Reo kontra Serigala Hantu, Komodo dan sekuelnya Komodo menyerang Ibukota serta Keris Pusaka Ratu Kidul. Selebihnya ada juga komik full color beliau dlm bentuk sisipan dan dimuat bersambung di majalah2 antara lain : Pulau Setan dan kisah2 yg diangkat dari Alkitab. Yg sempat saya lihat adalah : Hikayat Nabi Nuh dan Nabi Musa.

Seri Reo ini dibuat dlm format ukuran besar spt majalah shg enak dinikmati, tebal 24 halaman. Yg unik disini bhw Dompu sang pemburu kawakan diberi peran penting. Dikisahkan bhw dia sudah tua dan sakit2an. Tapi semangatnya kembali terusik begitu mengetahui bahwa penduduk Dorokore membutuhkan lagi tenaga tuanya utk melawan “serigala2 hantu” yg sering mencuri kulit hewan peliharaan warga bahkan lumbung2 padi mereka. Jelas ini bukan ulah serigala beneran melainkan para perampok yg menyamar dibalik topeng2 serigala yg amat menyeramkan. Entah untuk apa mereka harus bersembunyi dibalik topeng2 berbentuk kepala serigala itu? Akhirnya terungkap bhw semua itu adalah ulah dari sang Lurah Desa sendiri dan bendaharanya, yg telah dipilih oleh rakyat tapi malah merampok dan menjual hasil jerih payah rakyatnya kepada orang asing utk memperkaya diri. Jelas ada sedikit sindiran halus dari sang maestro thdp pimpinan pada masa itu, namun dikemas dlm sebuah kisah dongeng pengantar tidur untuk anak2…

Synopsis :

Setelah cukup lama hidup tentram dan damai, mendadak warga Dorokore diresahkan lagi oleh “mahluk2 mirip Serigala” namun kali ini lebih beringas dan menakutkan. Anehnya yang dimangsa bukan hewan2 secara utuh, tetapi hanya diambil kulitnya saja. Juga padi2 dari lumbung yang baru dipanen hilang dicuri oleh mereka. Warga coba mengadukan nasibnya kpd Lurah dan wakilnya namun tdk digubris. Maka mereka berinisiatif utk mencari bantuan sendiri ke pihak lain. Karena Reo si Manusia Serigala yg biasa membantu mereka sudah pindah jauh keluar desa bersama keluarganya, maka mereka coba minta tolong kepada sang pemburu kawakan Dompu. Sebetulnya warga kurang yakin bhw Dompu yang sdh tua serta sakit2an itu sanggup membantu. Tapi mereka sudah tidak punya pilihan lain….

Dompu yg tengah dilanda rasa kurang percaya diri akibat penyakit yg dideritanya, tapi masih merasa “gengsi” utk menolak permintaan para warga desa, terpaksa menerima permohonan bantuan tsb. Namun diam2 ia pergi ke tempat tinggal keluarga Pak Bajo yg jauh diluar desa untuk minta bantuan sahabatnya Reo dan Bula. Keduanya pun dengan senang hati membantu.

Maka ketika malam tiba dan gerombolan para “Serigala Hantu” itu datang lagi, Dompu yang dibantu oleh Reo dan Bula segera menghadang mereka. Gerombolan para penjarah berhasil diusir dan dipukul mundur. Tapi anehnya sang wakil kepala desa malah coba memfitnah Reo sbg pemimpin gerombolan Serigala Hantu itu. Hingga muncul sang kepala desa yg berlagak bijaksana mendamaikan warganya agar jangan sembarang main tuduh seenaknya….

Pagi dini harinya, seorang asing mengendarai gerobak kuda hendak kabur keluar desa. Ia berhasil ditangkap oleh pihak keamanan desa. Ternyata dialah tukang tadah yang membeli barang2 hasil jarahan. Ketika warga berusaha mengorek keterangan dari mulutnya agar mau mengatakan dari mana ia membeli barang2 curian itu, tiba2 saja muncul Pak Kades yang lagi2 dgn lagak sok bijak mengusulkan agar tukang tadah tsb diinterogasi di Balai Desa. Tapi warga yg sdh tak percaya lagi kpdnya tetap ngotot utk diselesaikan langsung disitu saja. Mendengar itu mendadak sang Kades segera membunuh si tukang tadah yg malang tsb dgn alasan agar urusan cepat selesai dan tidak perlu diperpanjang lagi…

Namun Dompu yang masih penasaran diam2 terus mengusut hingga berhasil menemukan sarang gerombolan Serigala Hantu tsb, yang ternyata didalangi oleh wakil kepala desa atas restu sang Kades. Sang Kades pun tak bisa mengelak lagi waktu kuda yg ditungganginya melonjak ketakutan melihat Bula shg pundi2 uang hasil penjualan barang jarahan terjatuh dari kantong bajunya. Maka para pemimpin yg bagai “serigala berbulu domba” itupun terlucuti kedoknya. Kepala keamanan desa bertindak tegas menangkap mereka. Dompu di-elu2kan lagi sebagai pahlawan. Sedangkan Reo dan Bula yang tidak pernah membutuhkan puji2an semacam itu segera kembali ke hutan….*****

Karya

Serial

Penerbit

Genre

Kondisi

00 - Tak Tahu

Kemasan

Cetakan

C1 - Cetakan Pertama

ISBN

Tidak Ada

Ijin Terbit Tahun

1979

Jilid

1 Jilid Tamat