Bagi penggemar komik Indonesia, nama Teguh Santosa sudah tidak asing lagi. Beliau lahir di Malang, Jawa Timur pada 1 Februari 19421 dan menamatkan pendidikannya di kota itu juga, tapi dalam hal menggambar dia belajar secara otodidak. Pada tahun 1962 ia bergabung dengan Sanggar Bambu, Yogyakarta dan setahun kemudian mulai membuat komik. Semasa SMA ia kerap membantu ilustrasi di “Djaja Baja”, lalu setelah lulus tahun 1962 bekerja penuh sebagai ilustrastor surat kabar “Gelora” di Surabaya.
Beliau banyak belajar dari ilustrasi-ilustrasi komik barat seperti Flash Gordon karya Alex Raymond, dan mengagumi komik-komik karya Taguan Hardjo, cergamis Medan. Komik pertamanya berjudul SUMA tahun 1963 berformat memanjang seperti komik Medan. Dari honornya sebesar Rp 10 ribu, mampu membeli sepasang cincin kawin dan menikah dengan Sutjiati gadis pujaannya mantan teman sekolahnya pada tahun 1964.
Teguh Santosa terus berkarya sampai kanker ganas menyerang tangannya, saat itu ia hanya bisa menanti ajal tiba. Beliau meninggal dunia pada dini hari 25 Oktober 2000 danberistirahat dengan damai dekat makam ibundanya di lereng pegunungan Tengger, desa Nongkojajar, Jawa Timur.











