“PENDEKAR BAMBU KUNING”.
(Episode perdana serial “Pendekar Bambu Kuning”)
Karya : U. Syahbudin
Tebal : 121 halaman
Cetakan pertama : UP. Soka
Tahun terbit perdana : 1968
Remastered by : Anjaya Books
Tahun terbit remaster : 2025
“Pendekar Bambu Kuning” (PBK) adalah sebuah karya Pak Usyah yang pernah sangat populer di era keemasan komik Indonesia, bahkan pernah diangkat ke layar lebar dengan aktor Ratno Timoer, aktor laga pada masa itu, sebagai pemeran Madi Sembada, Pendekar dari tanah Pasundan, tepatnya di sebuah desa di kaki Gunung Haruman. Ia mempersenjatai sebuah tongkat bambu kuning, sehingga dikenal dengan julukan “Pendekar Bambu Kuning”. PBK terbit perdana 1968 ((UP Soka). Terimakasih kepada Pak Andy Wijaya, yang di bulan Oktober 2025 telah menerbitkan ulang PBK lewat ‘Anjaya Books’nya. PBK adalah salah satu komik legendaris yang pantas dicetak ulang untuk dijadikan koleksi oleh para kolektor cergam.
Pada tahun 2018, PBK pernah dilukis ulang (redrawing) oleh Pak Usyah dalam format “full color” (tata-warna penuh), dengan beberapa penyempurnaan dalam jalan cerita. Diterbitkan oleh penerbit ‘indie’ bernama “Gunung Galunggung”. Sayang sekali tak banyak informasi mengenai penerbit tsb. Dimana domisili dan siapa pemiliknya. Meskipun jumlah halaman lebih sedikit (20 halaman), tetapi saya melihat ada beberapa pengembangan dari jalan cerita serta penambahan beberapa nama karakter dan tempat kejadian. Mari kita coba bandingkan sinopsis dari kedua versi tsb agar pembaca menjadi lebih jelas.
*) Versi 1968 :
Setelah 15 tahun menjalani hukuman di Nusakambangan, Jampa, seorang jawara yg dendam kpd seorang jago silat bernama Mirta, kembali ke desa dimana Mirta berada, utk membalas dendam. Ia masih sakit hati mengenang peristiwa silam. Saat dimana ia kalah bersaing dari Mirta dlm mendapatkan kembang desa tsb, bahkan sialnya, ketika ia membakar lumbung desa karena dianggapnya warga desa berpihak kpd Mirta, ia kepergok dan nyaris dihakimi oleh massa. Hal itulah yang mengakibatkan dia ditahan di “pulau neraka” tsb……
Sementara itu, kini Mirta telah mendirikan sebuah padepokan silat dan menjadi seorang guru silat yang disegani di desanya. Ia juga telah menikah dengan sang kembang desa dan memiliki seorang putra bernama Madi, yang juga pandai ilmu silat spt ayahnya.
Suatu ketika, secara tak sengaja, Madi bertemu dengan Jampa dan para permulaannya. Jadi tahu bhw pemuda itu adalah putra musuh bebuyutannya, Jampa langsung menyerang Madi. Dgn cara yg licik, Jampa cs berhasil mengalahkan Madi, bhkn nyaris membunuhnya. Untunglah Narti, teman wanita Madi, lewat dan berteriak memanggil warga desa shg Jampa cs kabur meninggalkan Madi yg terluka parah.
Selanjutnya Narti merawat Madi dgn telaten dan lama-kelamaan timbullah benih² cinta diantara keduanya. Sayang hubungan asmara tsb hrs dijeda dulu utk sementara waktu karena Pak Mirta memutuskan untuk mengirim putranya ke Banten, utk berguru ilmu silat lebih dalam lagi kepada kakeknya, yaitu ayah Pak Mirta sendiri, yg bernama Kiai Tunggal. Maka berangkatlah Madi ke tanah Banten dan menetap beberapa tahun disana utk berguru kepada Kiai Tunggal….
Sepeninggal Madi, seorang juragan lintah-darat bernama Carmad mulai mengincar kekasih yg ia tinggalkan di desa. Meskipun ortu Narti sempat tergiur oleh kekayaan Carmad, namun Narti memutuskan utk tetap setia kepada Madi. Akibatnya Carmad yg ngebet ingin segera memiliki Narti, menyewa jasa Jampa cs utk menculik Narti serta menghabisi keluarga Pak Mirta yg berpotensi menjadi penghalang keinginannya.
Jampa pun segera menerima tawaran itu. Dia pikir spt pepatah “sambil menyelam minum air”. Sambil menuntaskan dendamnya kpd Mirta, ia bisa menjadikan Juragan Carmad yg kaya-raya sbg “batu loncatan” guna mencapai ambisinya berkuasa di desa itu. Mulailah Jampa dan anakbuahnya menebar malapetaka di tempat yg semula aman tenteram tsb. Diawali dengan penculikan Narti. Kemudian menghabisi Pak Mirta dan istrinya, berikut seluruh murid padepokan dimana Mirta mengajar.
Hingga bbrp tahun kemudian, Madi telah berhasil menjadi seorang pendekar berkat bimbingan Kiai Tunggal. Karena kemahirannya menggunakan tongkat wasiat pemberian kakeknya yg terbuat dari bambu kuning tsb, maka iapun dikenal dgn julukan “Pendekar Bambu Kuning”. Iapun minta izin kpd sang kakek utk pulang ke desa karena sdh kangen kpd kedua orang tuanya…
Betapa murkanya ia setiba kembali di desa, begitu mengetahui bahwa kedua ortunya tlh dibunuh oleh Jampa, dan Narti kekasihnya telah diculik oleh Juragan Carmad. Maka Madi pun menyikat habis orang² yg telah membunuh ayah ibu serta mengacau di desanya tsb. Setelah menuntaskan dendam dan mengembalikan keamanan di desanya, Madi pun dgn berat hati memohon izin kpd Narti utk pergi mengembara, karena sbg seorang pendekar, kini ia harus menunaikan tugas kemanusiaan yg diamanatkan oleh sang guru, yakni membela kebenaran dan membasmi keangkara- murkaan dari muka bumi……*****
*) Versi 2018 :
Madi yg tengah bekerja di sawah, dijemput oleh Narti, putri angkat keluarga Ki Sembada, ayah Madi, untuk pulang menemui sang ayah. Di jalan, ia dikeroyok oleh 3 orang preman sampai babak belur, hingga Narti terpaksa memapahnya pulang. Melihat putranya begitu mudah dikalahkan oleh para preman, Ki Sembada menyuruh Madi pergi ke Banten utk berguru ilmu silat kpd Kiai Tunggal, kakeknya. Utk itu, Madi terpaksa meninggalkan desa Haruman, tanah kelahirannya, juga berpisah dgn Narti, yg dicintainya.
Sepeninggal Madi, terjadi prahara thdp keluarganya di desa Haruman. Juragan Carmad menyuruh preman ketiga utk menculik Narti karena dia sudah lama menaruh hati kpd gadis itu. Ki Sembada dan istri yang berusaha menghalangi ketiga penculikan putri angkatnya, dibunuh tanpa belas kasihan. Nartipun disandera di rumah Juragan Carmad.
Dua tahun kemudian, Madi yang kini telah menyandang gelar “Pendekar Bambu Kuning” pulang ke kampung halamannya. Betapa terkejutnya ia, mengetahui dari Mang Karta tetangganya bhw kedua ortunya tlh terbunuh dibunuh oleh 3 jagoan anakbuah Ki Carmad dan Narti kekasihnyapun diculik serta menghilang entah kemana. Dgn penuh amarah Madi mendatangi rumah Ki Carmad dan membunuh ke 3 pengawal yang berusaha menghalanginya. Waktu bertemu dengan Ki Carmad dan nyaris membunuh, tiba² muncullah Narti yg ternyata menjadi istri Carmad, bahkan tlh memiliki seorang anak dari juragan lintah-darat itu. Madi yg tak tega melihat balita putri Narti yg akan jadi anak yatim bila Madi membunuh sang ayah, membiarkan Ki Carmad hidup. Selanjutnya sang Pendekar Bambu Kuning pun pergi mengembara untuk membela keadilan dan kebenaran……*****