” T U A K “
(Episode perdana serial “Jaka Tuak”)
Karya : Henky
Terbit perdana: 1971
Tebal : 248 halaman
Remaster : Anjaya Books
Tahun : 2022
Serial “Jaka Tuak” termuat dalam 7 judul komik & 1 Spin off sebagai berikut:
1. Tuak (1971)
2. Pemabok Gunung Kidul (1973)
3. Cadas Siluman
4. Mata Setan (1975)
5. Pembalasan Mata Setan, bagian I (1979)
6. Pembalasan Mata Setan, Bagian II (1980)
7. Bisikan Iblis (1982)
Spin off : Kisah si Burung Nazar (1979)
Catatan :
“Jaka Tuak” pernah diangkat ke layar lebar oleh PT Kanta Indah Film tahun 1990, dibintangi oleh aktor laga Barry Prima.
Sinopsis:
Suatu hari, bangsawan Adipati Harya Buntaran kedatangan Resi Umbara, gurunya, yg datang bersama temannya, Mpu Sedah, yg ingin menjadikan Ardisoma, muridnya, sebagai Senapati di istana Sang Adipati, sekaligus melamar Nilasari, putri Sang Adipati yg cantik, untuk dijadikan istri Ardisoma. Melihat sikap Ardisoma yg pongah, Nilasari yg kebetulan pandai ilmu silat, menantangnya bertanding. Ardisoma berhasil mengalahkan Nilasari. Dan sang Adipatipun bertahan sbg senapati sekaligus calon menantu. Mpu Sedah senang misinya berhasil, meski dalam hati ia penasaran melihat jurus “Ilmu Pedang Garuda Sakti” yang dimiliki oleh Nilasari, walaupun jurus yang dikuasai sang putri masih amat dasar sehingga mudah dikalahkan oleh muridnya. Ia sudah lama mengidamkan kitab ilmu tsb, namun belum berhasil mencapainya….
Sementara itu, Senapati Harya Buntaran mempunyai seorang pembantu bernama Jaka, yang diam² menaruh hati kepada sang putri. Betapa sedih hatinya melihat Nilasari dilamar oleh pria yang akan memegang jabatan tinggi di istana. Sedangkan dirinya hanya abdi dalem rendahan….
Kilas balik kehidupan Jaka :
* Semula Jaka adalah putra seorang lurah yg terpandang di sebuah desa. Tapi pada suatu hari sang ayah terlibat perseteruan, lalu dibunuh oleh seorang Tuan Tanah bernama Prawira. Jaka pun menjadi anak yatim, dan akibat frustrasi, ia terjerumus ke dalam pergaulan yg salah. Ia jadi gemar minum tuak dan mabuk²an, sehingga membuat sang ibu sakit karena sedih dan akhirnya wafat. Sepeninggal ibunya, Jaka pergi merantau dan diterima kerja di tempat Adipati Harya sebagai pesuruh. Lama bergaul dengan putri Sang Adipati, timbul benih cinta di hati Jaka. Tapi tentu saja ia tak berani mengungkapkannya…
Suatu hari, Jaka berziarah ke makam orangtuanya dan secara kebetulan dia menemukan kitab “Ilmu Pedang Garuda Sakti”, berikut salinannya yang belum selesai, disembunyikan oleh seseorang di makam milik sang ayah. Sepulang ke istana kadipaten, ia memberikan salinan kitab itu kepada Nilasari. Dari situlah sang putri mempelajari ilmu tsb. Sedangkan Jaka sendiri diam² belajar dari kitab yg asli…..*
Saat diajak minum tuak di pesta pertunangan Ardisoma dengan Nilasari, dalam keadaan mabuk, Jaka keceplosan mengakui mencintai Nilasari, di hadapan sang calon Senapati (yang kelak akan menjadi “nemesis”/musuh bebuyutannya). Adipati Harya murka dan mengusir Jaka. Bahkan Ardisoma berniat membunuhnya. Akibatnya Jaka harus melarikan diri dari istana Sang Adipati dan memulai petualangannya……
Sepeninggal Jaka, begitu tahu bahwa Jaka mencintainya, Nilasari juga melarikan diri dari rumah untuk mencari sang pemuda yg diam² juga dicintainya itu….
Dalam petualangannya, Jaka memperoleh dua senjata yang kelak menjadi atribut kependekarannya, yakni guci perak dan Pedang Garuda Sakti. Bagaimana cara dia memperoleh kedua benda pusaka itu?
Dikisahkan bahwa suatu hari Jaka menolong warga sebuah desa dari rongrongan 2 orang “penjahat pemetik bunga”, bahkan berhasil menyelamatkan putri sang kepala desa yg telah diculik dan nyaris diperkosa oleh kedua “penjahat kelamin” tsb. Sebagai tanda terimakasih, Jaka hanya minta seguci tuak. Tapi sang kades memberinya sebuah guci perak warisan kakeknya, penuh berisi tuak di dalamnya. Sejak saat itu, selain sebagai wadah tuak, Jaka menggunakan guci perak itu sebagai perisai untuk menangkal serangan musuh²nya…….
Dalam perjalanan selanjutnya, Jaka melihat seorang kakek tua yang membawa sebilah pedang pusaka, dikeroyok oleh 2 orang yg mengaku diri sebagai anggota dari “5 Setan Gunung Kidul”. Jaka menolong kakek itu, namun kedua penyerangnya berhasil merebut dan membawa kabur pedang pusaka tsb. Sayang kakek bernama Ki Ludira itu terluka parah sehingga tak dapat diselamatkan nyawanya. Tapi sebelum wafat, ia sempat menjelaskan bahwa dialah yang menyembunyikan kitab ilmu pedang Garuda Sakti di makam ayah Jaka, agar tak jatuh ke tangan para tokoh jahat yg ingin menguasainya. Tapi sayang, Pedang Pusaka yg merupakan “jodoh/pasangan” kitab tsb telah berhasil direbut oleh dua dari “5 Setan Gn. Kidul” tadi. Maka Ki Ludira menyuruh Jaka merebutnya kembali, agar ilmu Garuda Sakti yg dikuasai Jaka menjadi sempurna. Setelah memakamkan Ki Ludira, Jaka pun segera menuju ke Gn. Kidul…..
Sementara itu Nilasari yg tengah dalam perjalanan mencari Jaka, berjumpa dengan Mintaraga, yang merupakan tokoh ke tiga dari “5 Setan Gn. Kidul”. Mintaraga berhasil merebut kitab salinan ilmu Garuda Sakti dari tangan gadis itu, dan menantangnya untuk datang ke Gn. Kidul, bila ingin merebut kembali kitab tsb. Untuk memenuhi tantangan Mintaraga, Nilasari pun berangkat menuju Gn. Kidul……
Tujuan yg sama mempertemukan kembali kedua insan yg saling mencintai itu, dan merekapun ber-sama² mencari “5 Setan Gn. Kidul” guna merebut kembali kedua benda pusaka yg kini berada di tangan para tokoh aliran hitam tsb…..
Singkat cerita, keduanya tiba di Gn. Kidul dan berhasil membunuh “5 Setan” itu. Nilasari mengambil kembali salinan kitab Garuda Sakti sedangkan Jaka berhasil memiliki Pedang Garuda Sakti warisan Ki Ludira. Namun sayang, belum lama keduanya menikmati keberhasilan itu seraya saling melepas rindu, muncul Adipati Harya, ayah Nilasari, yang menyuruh putrinya pulang untuk dinikahkan dengan Ardisoma. Munculnya perbedaan status antara pembantu dan majikan membuat cinta sepasang pendekar itu kandas dan merekapun harus berpisah. Nilasari terpaksa menurut perintah sang ayah. Sedangkan Jaka didaulat oleh rakyat Gn. Kidul menjadi ‘warga terhormat’ karena telah membebaskan mereka dari cengkraman “5 Setan” yg selama ini menindas mereka dengan kejam. Karena kerap mabok tuak untuk melupakan rasa kecewanya kehilangan Nilasari, diapun dijuluki “Pemabok dari Gunung Kidul”, dan ……. itulah yang menjadi judul serial “Jaka Tuak” selanjutnya…….*****
#jakatuak
#henky
#silatnusantara